Senin, 01 September 2014

Manajemen Jaringan Komputer


       Manajemen Jaringan Komputer adalah suatu kemampuan untuk memonitor dan mengontrol sebuah jaringan komputer dari suatu lokasi. Ada juga manajemen-manajemen yang lain untuk menjaga kestabilan pada suatu jaringan, seperti di bawah ini : 
  • Manajemen Kesalahan (Fault Management), menyediakan fasilitas yang memungkinkan administrator jaringan untuk mengetahui kesalahan (fault) pada perangkat yang dikelola, jaringan dan operasi jaringan, agar dapat segera menentukan apa penyebabnya dan dapat segera mengambil tindakan.untuk itu manajemen kesalahan memiliki mekanisme untuk : 
          a.      Melaporkan terjadinya kesalahan. 
          b.      Mencatat laporan kesalahan (logging).
          c.       Melakukan diagnosis
          d.      Mengoreksi kesalahan (dimungkinkan secara otomatis).
  • Manajemen Konfigurasi (configuration management), memonitor informasi konfigurasi jaringan sehingga dampak dari peragkat keras ataupun lunak tertentu dapat dikelola dengan baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan kemampuan inisialisasi, kofigurasi ulang, pengoperasian, dan mematikan perangkat yang dikelola. Laporan (accounting), mengukur utilisasi jaringan dari pengguna atau grup tertentu untuk : 
         a.  Menghasilkan informasi tagihan (billing). 
         b. Mengatur pengguna atau grup. 
         c.  Membantu dalam menjaga performa jaringan pada level 
             tertentu yang dapat diterima.
  • Manajemen Performa (performance management), mengukur berbagai aspek dari performa jaringan termasuk pangumpulan dan analisis dari data statistik sistem sehingga dapat dikelola dan dipertahankan pada level tertentu yng dapat diterima. Untuk itu,manajemen performa memiliki kemampuan untuk :  
         a.   Memperoleh utilisasi dan tingkat kesalahan 
              dari perangkat jaringan. 
         b.  Mempertahankan performa pada level tertentu dengan
              memastikan perangkat memiliki kapasitas yang mencukupi.
  • Manajemen Keamanan (security management), mengatur akses kesumber daya jaringan sehingga informasi tidak dapat diperoleh tanpa izin. Hal tersebut dilakukan dengan cara : 
          a.   Membatasi akses ke sumber daya jaringan
          b.   Memberi pemberitahuan akan adanya usaha pelanggaran 
               dan pelanggaran keamanan.
 
Contoh kasus yang berkaitan dengan manajemen jaringan komputer:
Ada 2 ruangan kerja yang berbeda tempat dan ingin dibuat menjadi satu jaringan tujuannya untuk share data, akan tetapi IP Address dari masing-masing ruangan tersebut berbeda, bagaimanakah caranya agar dapat saling terhubung??
Dalam gambar ini terlihat ruangan A menggunakan IP Address Local 192.168.0.1/24 sedangkan ruangan B menggunakan IP Address Local 192.168.1.1/24.
Karena ada perbedaan IP otomatis jaringan seperti ini tidak akan saling terhubung antara ruangan A dan ruangan B.
Dengan menggunakan Router maka masalah perbedaan tersebut dapat di atasi, sehingga kedua jaringan tersebut dapat saling berkomunikasi.

Kesimpulannya, manajemen jaringan komputer sangat penting. Karena tanpa manajemen jaringan komputer ini, kita tidak dapat menjaga performa jaringan dan keamanan jaringannya serta komunikasi antar komputer/data. Jaringan komputer inilah yang dapat menghubungkan dari satu ke lainnya dan sangat bermanfaat bagi penggunanya. Dari individualis menjadi komunis.